watch sexy videos at nza-vids!
KING OF SEX
Bookmark Now!!
http://kingsex.jw.lt

Nikmatnya kakak kandung
Not Found404; Not Found

Nama sebut saja namaku Andi.
Umurku 21 tahun dan masih kuliah.
Aku anak kedua setelah kakakku.
Kami hanya dua bersaudara. Kakakku
berumur 23 tahun dan baru wisuda.
Aku memanggilnya Mbak Lulu. Kakakku memang cantik, tubuhnya
putih mulus, dadanya gede dan
pantatnya yang montok. Tingginya
171 cm dan berat 54 kg. Sangat seksi
sekali, sehingga banyak cowok yang
naksir termasuk aku sendiri. Aku punya kebiasaan onani setiap hari,
bahkan bisa lebih lima kali sehari. Dan
sering hayalanku tertuju pada Mbak
Lulu. Aku sering pura-pura ke
kamarnya dengan maksud
mengintipnya. Suatu siang, aku melihatnya sedang
berbaring di ruang tamu dengan
hanya memakai rok pendek dan baju
ketat. Kuperhatikan ternyata dia tidur.
Mataku tertuju pada pahanya yang
mulus. Nafsuku langsung naik, sambil menelan ludah aku berjongkok
mendekatinya dan meraba paha
mulusnya. Kuangkat roknya keatas
dan kulihat CDnya yang menutupi
seonggok daging tebal. Nafsuku
makin menjadi-jadi. Kuturunkan CDnya pelan-pelan sampai paha,
kuraba vaginanya yang tebal ku
remas dengan pelan karena takut
Mbak Lulu bangun. Nafas ku makin
cepat menahan nafsu yang semakin
naik. Vagina Mbak Lulu terasa hangat dan lembab. Aku terus menggosokan jari ku pada
belahan vagina Mbak Lulu yang makin
agak lembab. Namun dengan semua
yang kulakukan pada vanigina Mbak
Lulu, Mbak Lulu masih tetap saja tidur
terpejam. Aku penasaran dan akhirnya aku mulai berani
menjilatinya. Anehnya Mbak Lulu tetap
tertidur. Kujilati vaginanya sampai
basah dan kugesekkan penisku
diantara paha mulusnya, akh
nikmatnya saat kepala penis ku bersentuhan dengan paha mulus
Mbak Lulu, geli. Sampai
menyemburkan sperma yang
mengenai CDnya. Lalu kubersihkan
dan kupasangkan lagi CDnya pelan-
pelan. Dikamar aku terus terbayang, karena ini pengalaman pertamaku
dan akan kulakukan lagi. Malamnya pukul 1 dini hari, aku
masuk kekamar Mbak Lulu dan ingin
mengulangi pengalaman siang tadi.
Kulihat dia tidur menggunakan
kimono. Kudekati dan kubuka pelan-
pelan tali kimononya. Wow.. Ternyata Mbak Lulu bugil tanpa benang sehelai
pun, hanya terbalut kimono. Kubuka
kimononya dan terlihat payudaranya
yang gede (kira-kira 36B) dan
montok. Kuremas dan kujilati
putingnya yang merah. Kudengar Mbak Lulu mendesah tetapi matanya
tetap terpejam. Kulanjutkan aktifitasku
kearah vaginanya. Kujilati daging kecil (klitoris) diatasnya
sampai puas dan kurasakan kepalaku
dijepit serta lidahku merasakan cairan
hangat. Kuhentikan jilatanku, sambil
kuperhatikan paha Mbak Lulu yang
merapat seperti sedang menahan pipis. Kuperhatikan matanya yang
terpejam tetapi nafasnya cepat.
Kubuka lebar selangkanganya dan
kugesekkan penisku dibibir
vaginanya. Kuselesaikan dengan
semburan sperma diatas perutnya. Sebenarnya aku pengen merasakan
gesekan dan cengkeraman otot
vaginanya, tetapi aku takut dia
bangun. Lagi pula dia kakak
kandungku sendiri. Kubersihkan
bekas spermaku dan kupakaikan lagi kimononya, lalu aku pergi tidur. Besoknya aku tidak mencobanya lagi
karena aku takut ketauan. Jadi aku
cuma onani sambil berkhayal. Sampai
suatu malam, hujan turun sangat lebat
sekali. Aku tidak ada kegiatan, jadi
aku berencana nonton bf dikamarku. Lagi asik-asiknya nonton, tiba-tiba
pintu kamarku diketuk. Aku langsung
mematikan TV dan membuka pintu.
Tapi tidak ada orang, melainkan
secarik kertas. Kuambil dan kututup
pintu kamarku. Disitu tertulis, "I KNOW WHAT U DID LAST MONTH", so "DO IT
AGAIN". Aku terkejut membacanya,
mungkinkah Mbak Lulu tahu? pikirku.
Tapi kenapa dia menyuruh untuk
melakukan lagi. Ah.. Sudahlah yang
penting Mbak Lulu nggak marah dan dia suka. Dengan semangat campur
nafsu (habis nonton BF) aku ke kamar
Mbak Lulu. Kulihat matanya terpejam
dan tubuhnya tertutup selimut.
Kudekati dan kutarik selimutnya.
Ternyata Mbak Lulu nggak pake baju (bugil). Kujilat pentilnya yang merah,
tiba-iba dia bangun dan memelukku.
Aku terkejut dan langsung berdiri. "Kenapa, takut", katanya.
"Kemarin kok berani, ayo.. Kemari
nikmati tubuh Mbak" katanya lagi.
"Bener nih" ujarku. Aku langsung
membuka bajuku dan langsung
menerkamnya dan melumat bibirnya. Kuremas-remas payudaranya dan
kuisap pentilnya.
"sstt.. Terus.. Ndi.. Ssst.." desahnya. Lima menit kujamah payudaranya dan
aku mulai menuju vagina Mbak Lulu.
Aku menelusuri tubuh Mbak Lulu,
kulitnya yg putih mulus dan kencang
aku belai mulai payusara nya, terus ke
perut nya yang rata, pusar nya. Aku cium pusarnya dan terus ke bawah
munuju selangkangan Mbak luilu.
Harum aku cium tubuh Mbak Lulu.
Sementara tangan Mbak Lulu mulai
membalai penis ku yanmg sudah
tegang dari tadi, akh nikmatnya. Jari tangan Mbak Lulu yang lentik dan
lembut menggenggam penisku yang
berdenyut. Tanganku mulai meremas
vagina Mbak Lulu yang makin basah.
Dengan bulu vagina yang tidak terlalu
lebat tapi tercukur rapih, aku bisa melihat belahan vagina Mbak Lulu
yang indah. Aku remas lembut dan
aku belai vagina Mbak Lulu. "Oohh.. Ndi.. Akh.." desah Mbak Lulu. Aku dekatkan lagi muka ku dengan
selangkangan Mbak Lulu untuk
ketuga kalinya, namun kali ini aku tak
takut dan waswas seperti
sebelumnya. Makin dekat vagina Mbak
Lulu dengan wajah ku hingga aroma vagina Mbak Lulu yang
menarangsang makin terasa. Aku
kecup lembut vagina Mbak Lulu, dan
Mbak Lulu langsung mendesah dan
mengerang kerika bibir ku
bersentuhan dengan permukaan vagina Mbak Lulu. "Akh.. Andi.. Nikmat.. Akh.." eerang
Mbak Lulu lagi. Aku yang makin bennafsu langsung
mencium dengan buas vagina Mbak
Lulu, Aku jilat dan hisap vagina nya,
aku jilati cairan yang membasahi
permukaan vagina Mbak Lulu, aku
terus menjilat vaginanya. "Oh.. Ssstt.. Enak.. Terus.. Ah.. Ah.."
erangnya. Kujilati terus sampai kurasakan
vaginanya menyemburkan cairan
hangat dan berdenyut. "ohh.. "
terdengar erangan Mbak Lulu tanda
dia orgasme. Aku meremas-remas
payudaranya agar nafsunya bangkit lagi. Kujilati sambil tanganku
menggosok vaginanya yang basah. "Ayo.. Masukin aja" bisiknya. Seperti yang sering kulihat di film,
kubuka lebar selangkangannya dan
kutusukkan penisku keliang
surganya. Sulit sekali, pelan-pelan dan
bless amblas penisku terbenam dalam
vaginanya. "Akh.." erangku panjang. Sementara
tubuh Mbak Lulu sedikit tersentak saat
penis ku masuk ke dalam liang
surganya itu.
"Eemmpphh.. Aaakkhh.." erang Mbak
Lulu sambil menggigit bibirnya tanda Mbak Lulu menikmati tusukan
pertama penisku ke dalam vagina
Mbak Lulu. Rasanya penisku seperti dijepit kuat
sekali. Kugoyang maju mundur (Mbak
Lulu sudah tidak perawan lagi, nggak
tahu siapa yang buat). Kulihat Mbak
Lulu mulai menikmati lagi. Kugoyang
makin cepat. "Ohh.. Ohh.. Ngg.. Ayo.. Lagi.. Terus..
Owww.." jeritnya. Dengan satu tangan menopang
tubuhku, sambil menggoyang
pantaku naik turun, tanganku
meremas payudara Mbak Lulu yang
lembut kenyal namun kencang. Tak
hentinya Mbak Lulu mendesah dan mengerang saat sodokan demi
sodokan penisku menembus vagina
Mbak Lulu. Bunyi kocokan penisku di
vagina Mbak Lulu menambah suara
yang ada di ruangan itu. Mbak Lulu
memejamkan matanya, tanggannya ia naikan ke atas dan memegangi bantal
dan meramasnya. Tanda Mbak Lulu
sangan menikmati pemainan in
dengan aku. Dengan posisi itu aku
dapat melihat tubuh Mbak Lulu yang
indah ramping, seperti sebuah gitar dengan lekuk yang mulus.
Payudaranya bergerak dan
bergoyang seirama dengan sodokan
penisku di liang ternikmat yang
pernah aku rasakan. Aku tak tahan
hanya meremas payudara nya, sambil terus menggoyang pantat ku aku
cium dan lumat lagi payudara Mbak
Lulu dan aku gigit kceil putingnya. "Aw.. Akh.. Ndi.. Ooohh.." erangnya
agak keras. Aku cium bibirnya yng
merah.
Hingga.., "Aku.. Mau.. Keluar.. Mbak.."
jeritku.
"Tahan.. Sama-sama.. Di dalam aja.." katanya lagi. Crott.. Crot.. Croott.. Kusemburkan
spermaku didalam rahimnya.
Kurasakan penisku berdenyut-
denyut. "Akkhh.." erangku panjang. Kurasakan kenikmatannya sampai
ubun-ubun. Aku terus menggoyang
penisku maju mundur dan kaki Mbak
Lulu mengepit kuat pinggangku.
Kurasakan penisku disembur cairan
hangat dan kulihat Mbak Lulu mengejang menahan kenikmatan
orgasmenya. "Aaahh.." desahnya puas. Penisku kubiarkan menancap,
menikmati otot vaginanya yang
berkontraksi meremas-remas
penisku. Setelah selesai, aku
berbaring disamping Mbak Lulu sambil
meremas-remas payudaranya. "Makasih Mbak, betul-betul nikmat",
kataku.
"Kamu juga nikmat" katanya sambil
tersenyum. Aku pun langsung melumat lagi bibir
Mbak Lulu, kami pun kembali
berciuman dengan lembut kali ini
layaknya seperti sepasang kekasih. Malam itu kunikmati lagi tubuh Mbak
Lulu, kali ini aku yang berbaring
terlentang dan Mbak Lulu yang
memulai nya. Dia mencium bibirku
semetara tangan ku meremas kedua
payudaranya. Penisku yang tadi agak mengecil mulai bangun lagi dan
mengeras. Tangan Mbak Lulu
kemudian mengocok penis ku. "Eemmpp.. Akh.." erangku merasakan
nikmatnya kocakan tangan Mbak Lulu
yang lentik. Penisku kembali tetang dan keras
seperti tapi setlah di kocok-kocok
oleh tangan Mbak Lulu. Melihat itu
Mbak Lulu yang jg seprtinya sudah ga
tahan langsund menduduki
selagkangannku hingga penisku tertindih tubuhnya. Mbak Lulu lalu
maju sedikit hingga posisinya dia kira
pas, dan dengan di bimbing
tanggannya, penisku di arahka ke
liang senggamanya lagi. Aku rasakan vagina mbk Lulu masih
basah, dang saat tepat kepala penisku
berada di bibir vaginanya, Mbak Lulu
mengangkat tubuhnya dan dengan
perlahan kembail turun hingga
perlahan juga penisku masuk lagi ke dalam vagina Mbak Lulu yang hangat,
licin dan nikmat itu. Dan karena sudah
licin hingga penisku masuk dengan
lancar ke dalam vagina Mbak Lulu
hingga bless masuk seluruh batang
penis ku ke dalam vagian Mbak Lulu, aku terpejam dan mendesah saat
jepitan daging licin dan hangat itu
menggesek ke penis ku. Mbak Lulu
yang sudah naik nafsunya langsung
bergerak naik turun hingga
mengocok penisku. Sebenarnya aku kurang merasa kenikmatan seprti tadi
dengan posisi sekarang, namum
melihat gerakan dan goyangan Mbak
Lulu yang bersemangat, menunjukan
Mbak Lulu sangat menikmati posisi
kali ini. "Aakhh.. Akh.. Eemmhh.." desah Mbak
Lulu. Aku biarkan Mbak Lulu yang
menguasai permainan kali ini, dan
memang Mbak Lulu sangat menyukai
posisi di atas ini, terbukti dengan
goyangan pinggul Mbak Lulu yang
makin liar hingga aku yang tadi agak pasif kembali mualai bergerak. Aku
remas kedua payudara Mbak Lulu
yang bergerak naik turun, kenyal dan
lembut. Aku belai pinggangnnya dan
aku elus punggung mulus Mbak Lulu
yang kemudian aku tarik hingga kami berciuman kembali. Mbak Lulu
membungkuk tapi pinggulnya terus
pergreak liar, naik turun, berputar
hingga penisku yag ada dalam
vaginanya semakin terasa terjepit,
namum sangat nikmat, aku mulai dengan pelan mengocok naik turun
namun aku yag pertama kali
merasakan gaya tersebut agak kaku
yang membuat Mbak Lulu tersenyum
di antara erangan dan desahan nya. Aku cium payudaranya, aku remas,
aku hisap putingnya dengan gemas
dan Mbak Lulu pun merasa akan
orgasme dengan goyangan pinggul
yang makin cepat dang gerakan naik
turun pantatnya yang bahenol juga erangan, dan desahannya. Aku yang
makin nafsu juga semakin aktif
bergerak, tidak hanya ppinggul,
namun tangan ku meremas payudara
Mbak Lulu. Hingga.. "Akh.. Akh.. Eemmhh.. Ndi.. Akh..
Mbak.. Mau.. Keluar.. Aakh.." desahnya
hingga akhirnya tubuh Mbak Lulu
bergetar dan aku rasakan cairan
hangat lagi di penisku yang masih ada
di dalam vagina Mbak Lulu. "Aaakh.." desahnya panjang yang
kemudian tubuh Mbak Lulu terkulai
dan rebah di atas tubuhku hingga
payudara Mbak Lulu menempel di
dadaku. Aku biarkan beberapa saat dan aku
juga menikmati remasan dari otot
vagina Mbak Lulu yang berkontarksi
meremnas dan menjepit batang
penisku. Dan aku yang tidak mau
kehilangan momen itu langsug membalikan dan memutar tubuh kali
hingga kembali Mbak Lulu di bawah.
Sambil aku rasakan pijatan lembut itu
aku kocok lagi penisku naik turun
hingga tak lama.. "Akh.. Mbak.. Ndi.. Mau.. Keluar.. Akh.."
desahku dan crott.. crott.. crott.. Spermaku aku semprotkan lagi di
dalam rahimnya. Dan aku terkulai di
atas tubuh kakakku yang sexy itu.
Setelah selesai aku rasakan
kenikmatan itu, aku berbaring lagi di
sebelahnya dan mencium lagi bibir Mbak Lulu yang hangat dan nikmat. "Kamu hebat sayang.." sahut Mbak
Lulu sambil tersenyum.
Aku kecup lagi bibirnya dan bilana,
"Mbak.. Ini malam yang gak bakal Ndi
lupain, Mbak udah ngasih kenikmatan
buat ndi..", kataku. Dan Mbak Lulu pun bilang, "Sama ndi,
Mbak juga nikmatin banget". Akhirnya
kami tidur saranjang karena kelelahan
dan masih telanjang sambil
berpelukan. Pagi hari aku bangun meninggalkan
Mbak Lulu yang masih tidur telanjang
dan aku kembali ke kamarku dan
tertidur dengan pulas. Semenjak itu,
kami sering melakukannya kapan saja
dengan gaya berbeda-beda. Terkadang kusodok pantatnya yang
montok, kusuruh mengisap penisku
dan menelan spermanya. Pokoknya
aku puas menikmati seks dengan
Mbak Lulu.

<<Back to Cerita Dewasa
HHome

TOP-RATING

©2026 Benoze Corporation