watch sexy videos at nza-vids!
KING OF SEX
Bookmark Now!!
http://kingsex.jw.lt

Istri Pamanku
Not Found404; Not Found

Ma, minta susu..! teriak seorang bocah
kepada mamanya.
"Iya bentar!" teriak mamanya dari
dalam kamar.
Bocah kecil tersebut adalah anak dari
mama yang disebut tadi. Kita sebut saja namanya Ras. Ras merupakan istri
dari abang mama saya, mengertikan?
Jadi saya seharusnya memanggilnya
bibi, tapi karena suatu alasan, dia kami
panggil Mbak dan dia tidak keberatan
kok dipanggil begitu. Suaminya saat itu bekerja di luar negeri dan dia
ditinggal di rumah mertuanya yaitu
nenek saya. Suaminya telah lama pergi
dan hanya pulang sekali dalam
setahun. Pada saat itu umur saya baru akan
menginjak 17 tahun, dan sekolah di
salah satu perguruan swasta di kota
saya dan pada saat itu sekolah kami
sedang libur, jadi otomatis di rumah
sepi karena semua penghuni rumah sudah keluar entah ke mana. Di rumah
kami tinggal bersama nenek, dan 5
orang sepupu saya yang tentu saja
lebih kecil dari saya semuanya. Jam baru menunjukkan pukul 9.00
pagi. Nenek saya sedang pergi ke
pasar dan biasanya bila beliau ke
pasar tidak pernah sebentar. Kelima
sepupu saya sudah keluar dari tadi
pagi jadi yang tinggal di rumah cuma saya dan Mbak Ras serta anaknya
yang baru berumur 5 tahun. Saya dan
Mbak Ras bisa dibilang sangat dekat,
karena kami sering berbicara dan
bercanda bersama. Jadi di antara kami
berdua sangat terbuka. Namun pada saat itu saya tidak berani berbuat
macam-macam kepadanya, tapi kalau
berpikir macam-macam sih pasti ada,
he he he.
"Ma, buatkan susu dong!" celoteh
bocah tadi menagih janjinya tadi. "Iya, nih tiap hari minum susu aja.
Susu mahal tau!" mamanya
menyodorkan sebotol susu kepada
anaknya dan diterima anaknya
dengan gembira tanda bahwa dia
tidak mau mengerti tentang kemahalan susu. Memang anaknya setiap bangun tidur
dan sebelum tidur selalu meminta
susu. Kebetulan lagi pada saat itu saya
baru selesai sarapan pagi dan timbul
keisengan saya untuk bercanda
kepada Mbak Ras. "Saya juga minta susu dong Mbak!"
kata saya sambil menyodorkan gelas
kepadanya.
"Eh.. loe itu udah gede, itu kan susu
buat anak-anak", balas Mbak Ras.
"Lho, jadi kalau udah gede gak boleh minum susu?" tanya saya sambil
pasang muka tak berdosa.
"Bukannya nggak boleh, tapi itukan
susu buat anak-anak", tegasnya
sekali lagi.
"Jadi yang buat orang dewasa mana?" tantang saya kepadanya.
"Ini!" sambil menunjuk kepada buah
dadanya yang sepertinya cukup besar
dan padat itu.
Terang saja saya terkejut, dan saya
pun malu karena dia tidak biasanya bercanda sampai begitu. Sebenarnya saya tahu kalau dia itu
sebenarnya sudah sangat haus
dengan seks. Bayangkan saja selama
hampir setahun tidak berhubungan
dengan suaminya, siapa yang tahan.
Dan argumen saya ini juga telah saya buktikan. Kebetulan kamar saya yang
berada di lantai 2 tepat di atas kamar
mandi, dan lantai 2 hanya
berlantaikan papan jadi iseng-iseng
saya melubangi papan itu biar bisa
mengintip orang mandi. Saya sering mengintip Mbak Ras mandi dari
lubang itu dan saya lihat bahwa Mbak
Ras sangat sering merangsang dirinya
sendiri di kamar mandi, misalnya
dengan memijat-mijat dadanya sendiri
dan mengelus-elus kemaluannya sendiri. Jadi dari itu saya mengambil
kesimpulan kalau dia sering
terangsang. "Kok bengong? mau minum susu
nggak?" ucapnya membuyarkan
lamunanku.
"Apa masih ada? anak Mbak kan udah
lima tahun?" jawab saya menetralisir
kekagetan saya. "Gak tau dech.. kamu coba aja,
hehehe.. udah dech.." katanya sambil
melewati saya menuju kamar mandi
kemudian berbisik sekilas kepada
saya.
"Pintu kamar mandi nggak Mbak kunci."
Terang saja saya senang sekali,
soalnya saya sering baca buku porno
dan pernah berkhayal kalau saya
melakukan hubungan badan dengan
Mbak Ras dan sepertinya sekarang bisa terwujud. Saya membuka pintu
kamar mandi perlahan dan saya lihat
Mbak Ras sedang membelakangi saya
menggantung pakaian yang akan
dipakainya. Dengan perlahan juga
saya tutup pintu kamar mandi dan menguncinya tanpa suara. Saya melihat Mbak Ras mulai
membuka baju tidurnya tanpa
membalikkan tubuhnya. Sepertinya
dia tidak sadar kalau saya sudah
berada di dalam. Setelah baju dilepas
kemudian tangan saya menuju ke pengait BH-nya bermaksud
membantu membuka BH-nya. Dia
kaget karena tiba-tiba ada orang di
belakangnya namun setelah
mengetahui bahwa yang di
belakangnya adalah saya dia tersenyum dan membiarkan saya
melanjutkan kegiatan saya. Setelah
BH-nya terbuka saya kemudian
melemparkannya ke tong tempat baju
kotor. "Mbak, susunya boleh saya minum
sekarang", tagih saya kepadanya.
Dia hanya mengangguk dan
kemudian membalikkan badannya.
Terlihatlah olehku dua buah tonjolan
di dalamnya yang selama ini belum pernah saya lihat secara langsung.
Sebelumnya saya hanya mengintip.
Kemudian dia menyodorkan dadanya
kepada saya dan dengan cepat saya
sambar dengan mulut saya. Dia hanya
mendesis tidak jelas. Lama saya menghisap dan menjilat kedua
dadanya membuat dia terus
menggelinjang dan menjambak
rambut saya. Dadanya kanan kiri
secara bergantian menjadi korban
keganasan lidah saya. Mbak Ras kemudian secara lembut
membuka kaos saya dan tanpa saya
sadari kaos saya sudah terlepas.
Mungkin karena keasyikan meminum
susu alam. Sementara tangan saya
yang kiri mulai meraba-raba perutnya sedangkan yang kanan mengusap-
usap dadanya yang sebelah kanan.
Sementara mulut saya dengan
menjulurkan lidah keluar
mempermainkan puting susu yang
sebelah kiri yang membuat Mbak Ras semakin ngos-ngosan. Tangan saya
sebelah kiri mulai nakal dengan
menyusupkan jari-jarinya ke celana
tidurnya yang belum dibuka. Tangan
Mbak pun tidak mau kalah, dia pun
mulai mencari-cari sesuatu di selangkangan saya dan setelah
menemukannya dia pijat dengan
lembut. Kemaluan saya yang
merasakan ada rangsangan dari luar
celana semakin meronta minta keluar.
Mbak Ras yang sudah berpengalaman itu kemudian membuka reitsleting
celana saya dan kemudian
melorotkannya ke bawah dengan
menggunakan kakinya karena dia
tidak bisa membungkuk sebab
dadanya sekarang masih berada dalam kekuasaan saya. Setelah CD saya dibuka, tangannya
yang sekarang lebih nakal mulai
mengocok perlahan batang
kejantanan saya dan itu jelas saja
membuat saya terbang tinggi, sebab
baru kali ini batang kejantanan saya yang satu ini dipegang oleh tangan
seorang wanita yang lembut. Mbak
Ras makin menjadi ketika jilatan saya
turun ke perutnya dan bermain di
sekitar pusarnya dan kemudian
dengan sekali tarik celana tidur yang dari tadi menghalangi pemandangan
indah saya buka dan sekarang di
depan saya berdiri seorang wanita
hanya dengan celana dalam krem
yang jika diperhatikan lebih seksama
bisa dilihat transparan, tapi siapa yang sempat melihat ketransparanannya itu
kalau sudah terangsang. Jilatan saya turun agak ke bawah
menuju ke kemaluannya yang
ditumbuhi bulu-bulu yang rapi namun
karena sudah basah terlihat acak-
acakan. Saya menjilati liang
kemaluannya dari luar CD-nya. Itu sengaja saya lakukan agar bisa lebih
merangsangnya. Dan ternyata benar
dia tidak sabar dan segera
menurunkan CD-nya sendiri. Saya
hanya tersenyum memandang
ketidaksabarannya itu, dan jilatan saya lanjutkan tetapi tetap belum
menyentuh lubang kenikmatannya itu
yang membuat dia blingsatan dengan
menggerakkan pinggulnya ke kiri
dan ke kanan yang bertujuan agar
jilatan saya berlanjut ke liang kemaluannya. Saya lihat kemaluannya
sudah banjir, karena tidak pernah
merasakan cairan dari wanita maka
jilatan saya pun merambah ke liang
kemaluannya. Asin! tapi kok enak yah
kata saya dalam hati. Mbak Ras pun kembali mendesis
keenakan, "Ahh.. terus Tango",
ujarnya. Lidah saya pun mulai bermain
cepat. Tiba-tiba tubuh Mbak Ras
mengejang dan diikuti dengan
desahan panjang, "Ahh.. nikmat sekati Tango. Pemanasan kamu sungguh
hebat." Kemudian dia pun duduk di
lantai kamar mandi dengan perlahan.
Setelah puas dengan kemaluannya,
saya kembali ke atas dan mencoba
untuk melumat bibirnya. Bibir yang dari tadi mendesis tidak karuan itu
kemudian melumat bibirku yang baru
saja sampai di depannya. Lama kami
saling melumat sambil tangan kanan
saya memainkan puting susunya dan
tangan yang satunya lagi mencari lubang kewanitaannya dan menekan-
nekan klitorisnya yang jelas saja
membuat lumatan bibirnya semakin
menjadi. Tangannya pun tidak mau kalah,
sambil berpagutan dia mencari
kembali batang yang tadi sempat
dilepasnya karena kenikmatan yang
dia rasakan. Setelah ketemu,
kemudian dia mulai menggerak- gerakkan tangannya mengocok
kemaluanku yang sudah sangat
tegang dan membesar sambil sesekali
mengusap bagian kepalanya yang
sudah mengeluarkan cairan bening
kental. Kemudian secara perlahan- lahan saya mendorong kepalanya ke
belakang agar dia rebah ke lantai
kamar mandi. Setelah dia rebah, Mbak
Ras mendorong dada saya lembut
yang membuat saya terduduk dan dia
kemudian bangkit kembali. Saya terkejut, saya mengira dia telah sadar
dengan siapa dia sedang bermain,
namun dengan seketika keterkejutan
saya hilang sebab dia kemudian
dengan sikap merangkak memegangi
kelamin saya dan kemudian dia malah memasukkan kelamin saya ke
mulutnya. Ahh.. terasa nikmat sekali sebab Mbak
Ras sangat pandai memainkan
kemaluan saya di dalam mulutnya.
Saya bisa merasakan lidahnya
bermain dengan lincahnya. Saya juga
merasakan kepala kemaluan saya dipermainkan dengan lidahnya yang
lincah itu. Setelah bermain lama di
bawah situ, mulutnya kemudian
merambah ke atas menciumi perut,
kemudian dada saya dan kemudian
kembali ke mulut saya, namun karena saya tahu dia baru saja melepaskan
mulutnya dari kemaluan saya, saya
berusaha menghindar dari lumatan
bibirnya dan mencoba agar dia tidak
tersinggung dengan mencium pipinya
dan kemudian telinganya. Tangan saya yang menganggur kemudian
saya suruh bekerja lagi dengan
mengusap-usap selangkangannya
dan terdengar dia berbisik kepada
saya, "Masukkan ahh.. sekarang yahh,
Mbak udahh kepingin.. banget.. nih.. ahh." Saya kemudian mengambil inisiatif
dengan mendorong Mbak Ras agar
kembali rebah dan dengan perlahan
dia menuruti kemauan saya dengan
rebahan di lantai kamar mandi. Saya
kemudian mengambil segayung air dan menyiramkan ke tubuhnya dan
kemudian satu gayung lagi untuk
disiramkan ke tubuh saya sendiri. Setelah kami berdua basah, tangan
kanan saya kemudian meremas-
remas dadanya sedangkan tangan kiri
saya memegang kejantanan saya
menuju ke lubang sejuta kenikmatan.
Mbak Ras pun sudah siap menerima terjangan saya dengan membuka
kedua kakinya agar memudahkan
saya memasukinya. Dengan perlahan
tapi pasti saya mencoba untuk
memasukkan kepunyaan saya yang
dari tadi sudah tegak ke kemaluannya. Namun karena sudah
lama dia tidak tersentuh laki-laki,
membuat saya agak susah juga untuk
menancapkannya. Beberapa kali saya
arahkan batang saya, namun agak
susah untuk berhasil, dan setelah beberapa tusukan, akhirnya kelamin
saya masuk dengan sukses ke
selangkangannya. Yah, cengkeraman
liang kemaluannya sungguh nikmat,
karena saat itu liang kemaluannya
sangat sempit dan itu sudah membuat saya merem melek, dan dengan
gerakan pelan saya mulai menaik-
turunkan pinggul saya. Saya melihat
Mbak Ras mengerang kenikmatan
sampai bola matanya hilang, dan dia
juga meggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan dengan maksud
agar semua ruang di liang
kemaluannya terjejali dengan
kemaluanku yang sudah mulai
memompa. Setiap pompaan membuat
dia mendesah tidak karuan. Setelah beberapa menit, dia kemudian
memelukku dengan erat dan
membalikkan tubuhku dan tubuhnya.
Kini dia sudah berada di atasku, dan
gantian dia yang menaik-turunkan
pinggulnya mengejar kenikmatan yang tiada tara. Sementara itu
tanganku yang sudah bebas kembali
memainkan susunya dan mengusap-
usap punggungnya. "Ssaayyaa.. udah ahh.. mau.. keeluar
nihh.." desahnya.
Mendengar desahannya yang begitu
seksi saya semakin terangsang dan
saya mulai merasakan ada sesuatu
tenaga dalam yang ingin dikeluarkan dan semua sepertinya sudah
terkumpul di kejantanan saya.
"Saya juga udah mau keluar Mbak..!"
desis saya mempercepat gerakan
pinggul saya dari bawah.
"Tahann.. sebenntaarr.." katanya. "Biaarr.. Mbak kee.. luar dulu.. ouhh.."
Saya pun mengerti untuk tidak
mengeluarkannya di dalam, sebab
dengan alasan apapun saya tidak mau
sperma yang saya keluarkan ini
menjadi anak dari rahim bibi saya. Saya berusaha untuk menahan, sesaat
kemudian terasa cengkeraman di
kelamin saya terasa kuat dan terasa
hangat, tubuh Mbak Ras kembali
mengejang. Kalau saya tidak
mencabut kemaluan saya dengan sedikit mendorong perut Mbak Ras,
mungkin saya pun akan mengalami
orgasme bersamaan dengan Mbak
Ras. Untung saja saya sigap, sesaat
kemudian Mbak Ras terkulai lemas di
atas tubuh saya menikmati sisa-sisa kenikmatan. Paha saya terasa hangat
karena pelumas yang keluar dari liang
kemaluan Mbak Ras. Saya pun memeluknya, dan
membalikkan tubuhnya karena saya
belum terpuaskan saya pun kembali
merangsang Mbak Ras dengan jilatan
di sekitar selangkangannya. Setelah
berkisar 3 - 4 menit Mbak Ras kembali terangsang dan menyuruh saya
memasukkan lagi kepunyaan saya ke
dalam kemaluannya. Tanpa ba-bi-bu
lagi, langsung saya tancapkan ke
dalam kemaluannya. Kali ini lebih
mudah karena kemaluan kami berdua memang telah licin. Setelah memompa
beberapa menit, saya kembali
merasakan gelombang kenikmatan
dan dengan segera saya
mencabutnya dan mengocok-
ngocoknya dengan tangan sendiri. Namun tidak disangka, Mbak Ras
kemudian menangkap kemaluan saya
dan menggantikan tangan saya
dengan tangannya dan kemudian
memasukkan kemaluan saya ke
dalam mulutnya. Ahh.. terasa sungguh nikmat, apalagi permainan lidahnya
membuat saya tidak bisa bertahan
lama dan akhirnya semua saya
keluarkan di dalam kuluman
mulutnya. Tapi saya tidak melihat dia
melepaskannya, dia seakan tidak mau
melepaskan kemaluanku yang
sedang muntah dan dia menghisap
habis semua muntahannya tanpa sisa.
Setelah saya merasakan pelumas dari dalam tubuh saya habis, batang
kemaluan saya pun perlahan-lahan
kembali mengecil. Melihat hal itu, Mbak
Ras kemudian melepaskan batang
kemaluan saya, dan tersenyum
kepada saya. Kemudian dia berbisik, "Tango, terima kasih yah, Mbak udah
lama nggak menikmatinya dari
pamanmu, entar lain kali kalau ada
kesempatan bisa kan kamu puasin
Mbak lagi?" Dengan masih terduduk di
lantai saya mengangguk sambil tersenyum nakal kepada Mbak Ras.
Kemudian kami pun mandi sama-
sama, saling membersihkan diri dan
sesekali tangan saya bergerak nakal
menyentuh payudaranya yang tadi
pentilnya sempat mencuat. Setelah kejadian pertama itu, kami pun
sering melakukannya di hari Minggu
atau hari-hari libur dimana keadaan
rumah sedang sepi. Kadang di kamar
mandi, kadang di kamarnya. Namun
setelah beberapa bulan kami melakukanya, dia mendengar bahwa
suaminya yang di luar negeri sudah
menikah lagi dan dia pun
memutuskan untuk kembali ke rumah
orang tuanya di Jakarta. Dan setelah
kepergiannya atau lebih tepatnya kepulangannya ke Jakarta saya tidak
pernah mendengar kabarnya lagi
sampai sekarang.

<<Back to Cerita Dewasa
HHome

TOP-RATING

©2026 Benoze Corporation