watch sexy videos at nza-vids!
KING OF SEX
Bookmark Now!!
http://kingsex.jw.lt

Derita Gadis SMU
Not Found404; Not Found

Mitha terlambat bangun untuk
berangkat sekolah, padahal
sebelumnya dia selalu bangun lebih
pagi. Mungkin semalam keasyikan
nonton acara TV, sehingga pagi ini dia
harus buru-buru kalau tidak ingin terlambat sampai di SMU. Mitha adalah
pelajar kelas 1, minggu depan dia
akan berulang tahun yang ke-15. Dengan wajah yang manis, rambut
sebahu, kulit putih bersih, mata
bening dan ukuran payudara 34B, tak
heran Mitha selalu menjadi incaran
para lelaki, baik yang sekedar iseng
menggoda atau yang serius ingin memacarinya. Tetapi sampai hari ini
Mitha belum menjatuhkan pilihannya.
Alasannya cukup klasik, "Maaf ya..,
kita temenan aja dulu.., soalnya saya
belum berani pacaran.., khan masih
kecil, ntar dimarahin ortu kalau ketahuan.." begitu selalu kilahnya
kepada setiap lelaki yang
mendekatinya. Begitulah Mitha, gadis manis yang
belum terjamah bebasnya pergaulan
metropolis seperti Jakarta tempatnya
tinggal. Mitha mungkin akan cukup
lama bertahan dalam keluguannya
kalau saja peristiwa itu tidak terjadi. Pagi itu selesai menyiapkan diri untuk
berangkat, Mitha sedikit tergesa-gesa
menjalankan Honda Supra-nya. Tanpa
disadarinya dari kejauhan tiga pasang
mata mulai mengintainya. Anton (25
tahun) mahasiswa salah satu PTS yang pernah ditolak cintanya oleh Mita, hari
itu mengajak dua rekannya (Iwan dan
Tejo) yang terkenal bejat untuk
memberi pelajaran buat Mitha, karena
Anton yang playboy paling pantang
untuk ditolak, apalagi oleh gadis ingusan macam Mitha. Tepat di jalan sempit yang hampir
jarang dilewati orang, Anton dan
kawan-kawan memalangkan Toyota
Land Cruser-nya, karena mereka tahu
persis Mitha akan melewati jalan pintas
ini menuju sekolahnya. Sedikit kaget melihat mobil menghadang jalannya,
Mitha gugup dan terjatuh dari
motornya. Anton yang berada di
dalam mobil beranjak keluar.
"Hai Mit.., jatuh ya..?" kata Anton
dengan santainya. "Apa-apaan sih kamu..? Mau bunuh
aku ya..?" hardik Mitha dengan wajah
kesal.
"Nggak.., cuman aku mau kamu jadi
pacarku, jangan nolak lagi lho..!
Ntar.." kata Anton yang belum sempat menyelesaikan kata-katanya.
"Ntar apa..?" potong Mitha yang masih
dengan wajah kesal.
"Ntar gue perkosa lo..!"
"Sialan dasar usil, cepetan minggir aku
udah telat nih..!" bentak Mitha. Air mata di pipinya mulai menetes
karena Anton tetap menghalangi
jalannya.
"Anton please.., minggir dong..!"
pintanya sudah tidak sabaran lagi.
Anton mulai mendekati Mitha yang gemetar tidak tahu harus bagaimana
lagi menghadapi bajingan ini. Tiba-
tiba dari arah belakang sebuah
pukulan telak mendarat di tengkuk
Mitha yang membuatnya pingsan
seketika. Rupanya Iwan yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon
bersama delapan orang lainnya sudah
tidak sabar lagi.
"Ayo kita angkut dia..!" perintah
Anton kepada teman-temannya. Singkat cerita, Mitha dibawa ke sebuah
rumah kosong di pinggir kota. Letak
rumah itu menyendiri, jauh dari
rumah-rumah yang lainnya, sehingga
apapun yang terjadi di dalamnya tidak
akan diketahui siapapun. Sebuah tamparan di pipinya membuat
gadis ini mulai siuman. Dengan
tatapan nafsu dari dua lelaki yang
sama sekali tidak dikenalnya kecuali
satu orang, yaitu Anton. Mitha mulai
ketakutan memandang sekelilingnya. Apa yang akan terjadi samar-samar
mulai terbayang di matanya. Jelas
sekali dia akan diperkosa oleh 3
orang. Rupanya mereka sudah tidak
sabaran lagi untuk segera
memperkosa Mitha. Tangan-tangan mereka mulai merobek-robek
pakaian gadis itu dengan sangat
kasar tanpa perduli teriakan ampum
maupun tangisan Mitha. Setelah menelanjangi Mitha sehingga
Mitha benar-benar bugil. Sekali sentak
Iwan menjambak rambut Mitha dan
menariknya, sehingga tubuh Mitha
yang tekulai di lantai terangkat ke atas
dalam posisi berlutut menghadap Iwan.
"An.., lo mau gue apain nih cewek..?"
kata Iwan sambil melirik ke arah
Anton.
"Terserah deh.., emang gue pikirin..!"
Iwan menatap sebentar ke arah Mitha yang sudah sangat ketakutan, air
matanya nampak mengalir dan,
"PLAK..!" tamparan Iwan melayang ke
pipinya. Anton dan yang lainnya mulai
membuka pakaian masing-masing,
sehingga sekejap orang-orang yang
berada dalam ruangan itu semuanya
telanjang bulat. Mitha yang terduduk
di lantai karena dicampakkan Iwan kembali menerima perlakuan serupa
dari Anton yang kembali menjambak
rambutnya, hanya saja tidak
menariknya ke atas, tetapi ke bawah,
sehingga sekarang Mitha dalam posisi
telentang. Teman-teman Anton memegangi kedua tangan dan kaki
Mitha, sedangkan Anton duduk tepat
di atas kedua payudara Mitha. Penis
Anton yang sudah mengeras dengan
panjang 18 cm ditempelkan ke bibir
Mitha. "Ayo isep kontol gue..!" bentak Anton
tidak sabaran.
Karena Mitha tidak juga membuka
mulutnya, Anton menampar Mitha
berkali-kali. Karena tidak tahan,
akhirnya mulut mungil Mitha mulai terbuka. Tanpa ampun Anton yang
sudah tidak sabaran memasukkan
penisnya sampai habis, tonjolan
kepala penis Anton nampak di
tenggorokan Mitha. Anton mulai
memaju-mundurkan penisnya di mulut Mitha selama 5 menit tanpa
memberi kesempatan Mitha untuk
bernafas. Mitha kesakitan dan mulai
kehabisan nafas, Anton bukannya
kasihan tetapi malah semakin brutal
menancapkan penisnya. Selang beberapa saat, Anton
mengeluarkan penisnya dari mulut
Mitha, dan segera diganti oleh Penis
Iwan yang panjangnya hampir 20 cm.
Tejo yang sedari tadi memegang kaki
Mitha mulai menjalankan aksinya. Paha Mitha ditarik ke atas dan
mengarahkan penisnya ke vagina
Mitha. Penis Tejo yang paling besar di
antara kedua rekannya tidak terlalu
gampang menembus vagina Mitha
yang memang sangat sempit, karena masih perawan. Tetapi Tejo tidak
perduli, penisnya terus ditekan ke
dalam vagina Mitha dan tidak berapa
lama Mitha tampak meringis kesakitan,
tetapi tidak mampu bersuara karena
mulutnya tersumbat penis Iwan yang dengan kasarnya menembus hingga
tenggorokannya. Tejo memaju-mundurkan penisnya ke
dalam vagina Mitha dan nampak
darah mulai menetes dari vagina
Mitha. Keperawanan Mitha telah
dikoyak Tejo. Iwan yang tidak puas
akan "pelayanan" Mitha nampak kesal.
"Ayo isep atau gue cekik lo..!"
bentaknya ke arah Mitha yang sudah
dingin pandangannya.
Mitha yang sudah putus asa hanya
dapat menuruti keinginan Iwan. Mulutnya dimaju-mundurkan sambil
menghisap penis Iwan.
"Ayo cepat..!" kata Iwan lagi.
Karena dalam posisinya yang
telentang, agak sulit bagi Mitha
menaik-turunkan kepalanya untuk mengulum penis Iwan, tetapi Iwan
rupanya tidak mau perduli. Mitha
melingkarkan tangannya ke
pinggang Iwan, sehingga dia dapat
sedikit mempercepat gerakannya
sesuai keinginan Iwan. Hampir 30 menit berlalu, Iwan hampir
ejakulasi, rambut Mitha ditarik ke
bawah sehingga wajahnya
menengadah ke atas. Iwan mencabut
penisnya dari mulut Mitha.
"Buka yang lebar dan keluarin lidah lo..!" bentaknya lagi.
Mitha membuka mulutnya lebar-lebar
dan menjulurkan lidahnya keluar.
Iwan memasukkan kembali setengah
penisnya ke mulut Mitha dan, "Ah..,
crot.. crot.. crot..!" sperma Iwan yang banyak masuk ke mulut Mitha.
"Telan semuanya..!" Mitha terpaksa menelan semua
sperma Iwan yang masuk ke
mulutnya, walau sebagian ada yang
mengalir di sela-sela bibirnya. Tejo yang juga hampir ejakulasi
mencabut penisnya dari vagina Mitha
dan merangkat ke atas dada Mitha
dan bersamaan dengan Iwan
mencabut penisnya dari mulut Mitha.
Tejo memasukkan penisnya ke mulut Mitha sampai habis masuk hingga ke
tenggorokan mitha.
Dan, "Crot.. crot.. crot..!" kali ini sperma
Tejo langsung masuk melewati
tenggorokan Mitha.
Anton yang sedari tadi menonton perbuatan kedua rekannya
melakukan hal serupa yang dilakukan
Tejo, hanya saja Anton
menyemprotkan spermanya ke dalam
vagina Mitha. Begitulah selanjutnya, masing-masing
dari mereka kembali memperkosa
Mitha sehingga baik Anton, Tejo dan
Iwan dapat merasakan nikmatnya
vagina Mitha dan hangatnya kuluman
bibir Mitha yang melingkari penis- penis mereka. Mereka benar-benar
sudah melampaui batasan keinginan
berbalas denadam terhadap Mitha
yang tadinya masih polos itu. Sebelum meninggalkan Mitha
sendirian di rumah kosong, mereka
sempat membuat photo-photo
telanjang Mitha yang dipergunakan
untuk mengancam Mitha seandainya
buka mulut. Photo-photo tersebut akan disebarkan ke seantero sekolah
Mitha jika memang benar-benar Mitha
melaporkan hal tersebut ke orang
lain. Hari-hari selanjutnya dengan berbagai
ancaman, Mitha terpaksa pasrah
diperkosa kembali oleh Anton dan
kawan-kawan sampai belasan kali.
Dan setiap kali diperkosa, jumlahnya
selalu bertambah, hingga terakhir Mitha diperkosa 40 orang, dan
dipaksa menelan sperma setiap
pemerkosanya. Sungguh malang
nasib Mitha.

<<Back to Cerita Dewasa
HHome

TOP-RATING

©2026 Benoze Corporation